BPBD Kota Cimahi Gelar Sosialisasi Penerapan Aman Bencana di SMAB

Berita239 Dilihat

Plt Sekda Kota Cimahi Herry Zaeni (tengah). (foto:ist)

CIMAHI,- Th.- Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menyelenggarakan Kegiatan Sekolah/ Madrasah Aman Bencana, di Sekolah SMP Negeri 1 Kota Cimahi Jl. Rd. Embang Artawidjadja No. 12 Kota Cimahi, Selasa (08/11/2022).

Kegiatan Sekolah/ Madrasah Aman Bencana (SMAB), dihadiri oleh Plt Sekda Kota Cimahi, Herry Zaeni, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, S.Sos, Dandim 0609 Letkol Inf. Hary Novana Andriyas, S.sos dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, DR Mulyati, S, Kep.Ners, M.Kes.

Karena sekolah supaya jadi aman bencana, merupakan salah satu cara untuk melindungi anak-anak dan generasi muda dalam menciptakan kegiatan belajar mengajar yang kondusif serta aman dari ancaman bahaya yang tidak dapat dihindarkan. Untuk membekali komunitas sekolah agar memiliki pengetahuan tentang penanggulangan kebencanaan. Juga sekolah merupakan area publik yang menjadi berkumpul nya masyarakat terutama anak-anak.

Kegiatan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) yang direncanakan selama 4 hari dari tanggal 8 s.d 11 Nopember 2022, hari pertama sampai dengan hari ketiga pelaksanaan workshop persiapan penerapan SMAB stakeholders pendidikan dan kebencanaan, hari terakhir pelaksanaan gladi lapang/ simulasi dan evaluasi dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan Yayasan Indonesia Badhra Utama (Ibu) Bandung dengan diikuti 550 peserta yang terdiri dari unsur : warga satuan pendidikan SMP Negeri 1 Kota Cimahi, unsur Kelurahan karangmekar, Puskesmas Cimahi Tengah Kota Cimahi, FPRB Kota Cimahi, dan warga masyarakat kelurahan Karang Mekar Kota Cimahi.

Upaya mitigasi bencana terus dilakukan dalam membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan dalam menghadap, kegiatan yang dihadiri dan dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Herry Z.,

“ini menjadi sarana bagi guru dan siswa untuk belajar tentang lingkungannya serta menjadi agen untuk memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat sekitar,” tukas Herry Zaeni.

Ditambahkan oleh Herry, hal ini dilakukan untuk menyadarkan masyarakat dengan literasi bencana sehingga tercipta budaya sadar akan bencana.

“Kegiatan ini dilakukan agar peserta khususnya pengajar dan siswa dapat menularkan pengetahuan ke keluarga dan masyarakat sehingga dalam menghadapi kesiapsiagaan bencana semua elemen dapat tersampaikan oleh sosialisasi ini”ujarnya.

Disamping itu, Herry, juga menyampaikan bahwa sekolah aman bencana adalah komunitas pembelajaran yang berkomitmen akan budaya aman dan sehat, sadar akan risiko, memiliki rencana yang matang dan mapan sebelum, saat, dan sesudah terjadinya bencana.

“Perlunya early warning memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi bencana, sosialisasi akan dilaksanakan secara bertahap diseluruh Sekolah Kota Cimahi,” imbuh Herry.

Herry berharap melalui penerapan sekolah/madrasah aman bencana dapat menerapkan standar sarana dan prasarana serta budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, S.Sos dalam wawancaranya menambahkan pentingnya kegiatan ini dilaksanakan agar masyarakat lebih aware terhadap bencana melalui kelompok – kelompok dilingkungan sekolah, dalam hal ini kelompok warga sekolah, pengajar maupun murid.

“Harapannya mereka ini adalah agen, mereka punya pengetahuan tentang kebencanaan yang bisa ditularkan ke lingkungan sekitar karena pencegahan dan kesiap siagaan sama pentingnya dengan tanggap bencana, Rehabilitasi dan Rekontruksi, untuk materi yang disampaikan secara garis besar sama namun ada yang disesuaikan dengan protab” (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *