Pilkada PKS Cimahi Kirim Dua Calon Wali Kota

tutwurihandayani.my.id – PKS Cimahi Kirim Dua Calon Wali Kota. Keputusan akhir akan diambil oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS dalam waktu dekat setelah tahapan internal partai. Sebelumnya, PKS Kota Cimahi telah mengirimkan dua nama calon wali kota ke DPP PKS, yaitu Bagja Setiawan, Ketua Komisi IV DPRD Bandung Barat, dan Ahmad Zulkarnain, Ketua DPRD Kota Cimahi. Seorang kandidat potensial dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah dipilih untuk bertarung dalam Pemilihan Wali Kota Cimahi mendatang, yaitu Bagja Setiawan. “Alhamdulillah, saya sudah dipanggil oleh DPP terkait penugasan untuk maju di Pilwalkot Cimahi 2024.

Ini baru sebatas pembicaraan, penugasan resmi akan dikeluarkan pada Jumat pekan depan,” kata Bagja pada Kamis, 13 Juni 2024.

Bagja menjelaskan bahwa pemilihannya sebagai calon wali kota tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui tahapan internal partai. Sebagai kader, ia akan menjalankan apa yang telah ditugaskan partai, termasuk mencalonkan diri dalam Pilkada Cimahi. “Saya maju di Cimahi melalui proses yang panjang. Ada mekanisme internal yang harus diikuti, dari ribuan kader menjadi ratusan, kemudian puluhan, dan akhirnya tiga orang. Kemarin, saya termasuk dalam 3 besar yang diusulkan oleh DPTD ke DPP,” jelas Bagja. DPP menugaskan Bagja untuk segera melakukan komunikasi dan konsolidasi politik dengan berbagai pihak, termasuk menjalin komunikasi terkait pasangan calon dan partai koalisi.

Idealnya, Kandidat Wali Kota Bersih Berpasangan Kandidat Muda Tim Relawan “Sahabat Ngatiyana” Bergerak di Cimahi “Saya mulai berinteraksi dengan masyarakat dan berkomunikasi dengan beberapa partai politik serta kandidat lainnya seperti pak Dikdik, kang Bilal, kang Aditia, dan lainnya,” ungkap Bagja. Meskipun memiliki karir di parlemen Bandung Barat, Bagja Setiawan adalah warga asli Kota Cimahi yang merasa terpanggil untuk berkontribusi dan memperbaiki kota tempat tinggalnya. Salah satu fokusnya adalah memperbaiki birokrasi agar berintegritas dan mencegah korupsi, serta mencari solusi untuk masalah keterbatasan anggaran dan luas wilayah. “Tiga isu utama yang ingin saya selesaikan saat menjabat sebagai kepala daerah di Cimahi adalah masalah hukum, bagaimana mencegah korupsi di kalangan ASN dan kepala daerah, serta menemukan solusi untuk keterbatasan anggaran dan luas wilayah,” tegasnya. *Red*

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *