Kota Cimahi,Tutwurihandayani. my.id-Kantor Sekretariat DPRD Kota Cimahi saat ini mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak. Diketahui pada 2025 lalu Sekretariat DPRD melakukan pengadaan sebuah tiang bendera yang dipasang tepat di depan pendopo DPRD Cimahi ini memiliki nilai yang dianggap membodohi dan menyakiti rakyat karena sangat tidak rasional.
Hal tersebut dikatakan oleh Deddy Supriadi atau lebih dikenal dengan sebutan Deddy Cobra yang organisasinya yaitu Cobra merupakan salah satu ormas yang membidani lahirnya Kota Cimahi pada 2001 lalu, dimana Ormas Cobra ini membantu menjadikan Kota Cimahi dari Kota Administratif menjadi Kota Otonom.
Menurut Deddy, hingga saat ini Ormas Cobra tetap konsisten menjadi sosial kontrol atas kebijakan pemerintah khususnya di Kota Cimahi.
Kemudian, lanjutnya jika melihat data Rencana Umum Pengadaan (RUP), proyek bertajuk “Belanja Modal Alat Kantor Lainnya (Tiang Bendera)” tersebut menelan pagu anggaran sebesar Rp198.000.000 dari APBD 2025.
“Menghabiskan uang hampir Rp 200 juta hanya untuk sebuah tiang bendera tentu saja sangat menyakiti hati kami, apalagi itu di pasang di tempat yang menjadi kantor dari wakil rakyat,” kata Deddy, Kamis, (5/2/2026).
Deddy menjelaskan disaat rakyat Cimahi sedang berjuang memperbaiki hidup dan ditengah banyaknya pengangguran, serta daya beli masyarakat Cimahi yang rendah, bahkan untuk makan bergizi anak SD saja harus mengandalkan pemerintah pusat, sementara kantor sang wakil rakyat tiang benderanya saja bernilai fantastis.
“Jelas ini kelakuan yang perlu saya kritisi disaat 45 orang yang merasa mewakili rakyat Cimahi, malah membuang-buang uang tanpa memikirkan hati rakyat,” ucapnya.
Dari data yang ditunjukan oleh Deddy, yang mana dalam dokumen spesifikasi teknis, proyek tersebut memiliki Kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 59245783, dan hanya mencantumkan uraian singkat : “Tiang Bendera + Pemasangan” dengan spesifikasi bahan Stainless Steel 8M (8 meter).
“Anggaran hampir 200 juta rupiah, hanya untuk satu unit tiang bendera ini jelas memicu pertanyaan besar terkait atas efisiensi anggaran yang dihembuskan pemerintah pusat,” ucapnya.
Perbandingan harga pasar untuk tiang bendera stainless kualitas premium dengan tinggi serupa umumnya berada jauh sekali di bawah angka tersebut, sehingga muncul dugaan adanya penggelembungan (mark-up) harga.
“Sebagai perbandingan saja, kata ia di situs https://bajawf.com/harga-tiang-bendera-stainless-terbaru-2025/ silakan anda cek saja sendiri harga tiang bendera serupa yang hampir sama jenisnya hanya berharga paling mahal Rp 11,5 juta saja, itupun dengan ketinggian 12 meter bukan 8 meter,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat DPRD Kota Cimahi belum memberikan keterangan, (Tego)










