Cimahi, – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi menggelar Forum Perangkat Daerah di Gedung A Pemkot Cimahi, Selasa (10/2/2026).
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko, unsur Forkopimda, Dinas Pendidikan yang diwakili Plt Sekdis Disdik Cimahi Juli Supriadi, Komite Dewan Pendidikan, serta para tamu undangan lainnya.
Pada sambutannya, Wali Kota Ngatiyana mengatakan tentang keterlambatan dimulainya acara. Ia mengingatkan pentingnya disiplin waktu agar kegiatan pemerintahan berjalan efektif dan tidak mengganggu agenda lain.
“Saya sudah hadir sejak pagi, namun acara baru dimulai terlambat. Ke depan harus tepat waktu agar tidak menghambat kegiatan tugas lainnya,” tegasnya.
Ngatiyana menegaskan, forum perangkat daerah merupakan tahapan penting dalam siklus perencanaan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan.
Ia meminta seluruh program Disdik disusun berdasarkan aspirasi masyarakat dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga.
Selain itu, Wali Kota menekankan pentingnya pendataan yang akurat serta pendampingan berkelanjutan agar tidak ada anak di Kota Cimahi yang putus sekolah.
Pemerintah, kata dia, berkomitmen akan membantu masyarakat yang kurang mampu, baik melalui pendidikan negeri maupun swasta, termasuk bantuan seragam, alat tulis, hingga dukungan biaya SPP bagi siswa yang membutuhkan.
Ngatiyana juga menyinggung sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang tetap mengacu pada jalur afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili.
Ia meminta sosialisasi ini harus dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat tidak khawatir, karena pemerintah tetap hadir untuk membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri agar tetap dapat bersekolah di swasta dengan dukungan pembiayaan.
“Jangan sampai ada anak di Cimahi yang tidak sekolah.
Pendidikan adalah kebutuhan dasar dan investasi masa depan generasi penerus,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FGD Disdik.
Ia menekankan pentingnya kesetaraan layanan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus.
“Mereka harus mendapatkan pelayanan yang sama, dan tidak boleh dipilah-pilah. Pendidikan inklusif harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.
FGD ini diharapkan menghasilkan rumusan program pendidikan yang lebih tepat sasaran untuk tahun mendatang, dengan orientasi pada peningkatan kualitas layanan serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Kota Cimahi.”Pungkasnya”
(Tego)










