Foto : Diskominfo Kota Bandung Wali Kota Muhammad Farhan berpesan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat kesetiaan, serta bijak menggunakan media sosial.
BANDUNG, Tutwurihandayani.my.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat kesetiaan, serta bijak menggunakan media sosial. Ia juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bandung untuk menghilangkan ego pribadi demi membangun keluarga yang harmonis dan pemerintahan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Tabligh Akbar sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP Kota Bandung di Masjid Agung Alun-alun Bandung, Kamis (8/10/2026).
Menurut Farhan, keluarga yang harmonis merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah. Karena itu, peran perempuan, khususnya anggota DWP, tidak hanya penting dalam lingkungan keluarga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DWP Kota Bandung yang selama ini turut mendukung tugas para aparatur pemerintahan sekaligus menjaga ketahanan keluarga.
“Selamat kepada Dharma Wanita Persatuan Kota Bandung yang pada hari ini bersama-sama merayakan hari jadi yang ke-27. Mari kita bersama-sama mengucapkan Alhamdulillah atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujar Farhan.
Salah satu pesan penting yang disampaikan Farhan adalah perlunya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan bahwa setiap unggahan, komentar, maupun percakapan di ruang digital berpotensi menimbulkan dampak bagi diri sendiri, keluarga, hingga institusi tempat seseorang bekerja.
“Media sosial bukan ruangan privat. WhatsApp Grup, TikTok, Instagram, Facebook, semuanya harus kita gunakan dengan hati-hati. Apa pun yang kita tulis di media sosial dapat memberikan dampak kepada diri kita dan keluarga,” tuturnya.
Farhan menilai, kecakapan menggunakan media sosial perlu dibarengi dengan tanggung jawab dan kemampuan menjaga diri. Terlebih bagi keluarga aparatur sipil negara (ASN), kehati-hatian tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga kehormatan pribadi dan nama baik institusi pemerintahan.
Ia pun mengajak anggota DWP dan keluarga ASN untuk membangun komunikasi yang baik, menjaga kepercayaan, serta menyelaraskan langkah dalam kehidupan rumah tangga maupun ketika mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.
Dalam kesempatan itu, Farhan menekankan bahwa keharmonisan rumah tangga perlu dibangun melalui kesetiaan, tanggung jawab, dan cinta yang tulus.
Menurutnya, hubungan keluarga yang sehat akan menjadi sumber kekuatan bagi setiap anggota keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kesetiaan yang mutlak hanya bisa didasarkan atas cinta. Cinta yang murni itu terjadi antara anak dengan ibu, anak dengan ayah, dan apabila diusahakan sebaik mungkin, antara suami dan istri,” katanya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pesan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat di lingkungan keluarga.
Farhan menegaskan, ego perlu dikelola agar tidak berkembang menjadi sumber konflik, baik dalam rumah tangga maupun dalam menjalankan tanggung jawab di lingkungan pemerintahan.
Selain menyoroti peran keluarga, Farhan mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandung untuk meninggalkan ego sektoral dan ego personal dalam menjalankan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kota merupakan proses berkelanjutan yang tidak boleh bergantung pada sosok atau kepemimpinan seorang wali kota semata.
Program dan fasilitas yang telah dibangun oleh pemimpin sebelumnya, menurut Farhan, harus dihargai dan dilanjutkan selama masih memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, hal-hal yang perlu diperbaiki harus dikoreksi demi kepentingan bersama.
“Hal pertama yang saya lakukan adalah melanjutkan program-program pemerintah. Apa yang telah dibangun oleh wali kota sebelumnya, kita pertahankan. Apa yang perlu dikoreksi, kita koreksi,” ujarnya.
Farhan menilai, taman, fasilitas publik, dan berbagai hasil pembangunan lainnya merupakan milik masyarakat Kota Bandung. Karena itu, keberlanjutan pembangunan harus menjadi prioritas, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
Ia juga mencontohkan pentingnya menjaga keberadaan taman dan fasilitas kota, dengan penamaan yang dapat disesuaikan berdasarkan prinsip toponimi atau tata penamaan geografis.
Kota Bandung adalah milik kita bersama. Begitu juga ketika kembali ke rumah, ego harus kita tinggalkan, ucapnya.
DWP Didorong Perkuat Kolaborasi
Memasuki usia ke-27, Farhan berharap DWP Kota Bandung semakin aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Ia mendorong DWP untuk memperkuat sinergi dengan Tim Penggerak PKK, organisasi perempuan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya agar program yang dijalankan semakin terarah dan memberikan manfaat nyata.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar kontribusi organisasi perempuan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan program Pemerintah Kota Bandung.
“Para ibu sekalian adalah bagian penting dalam membangun keluarga dan mendukung pembangunan. Mari kita terus berintegrasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Farhan juga mengajak seluruh hadirin mendoakan almarhumah istri salah seorang anggota jajaran Pemerintah Kota Bandung yang baru saja meninggal dunia. Ia berharap almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Tabligh Akbar dan peringatan HUT ke-27 DWP Kota Bandung ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai religius, membangun keluarga yang harmonis, serta menumbuhkan semangat kolaborasi dalam pembangunan.
Farhan berharap anggota DWP terus berperan aktif sebagai pendamping keluarga, bagian dari masyarakat, sekaligus mitra strategis dalam menduk
ung terwujudnya Kota Bandung yang lebih baik.”Pungkasnya. (Tego)










