Diduga Kurang Diperhatikan PJG Hingga Memakan Korban Jiwa Anak Tersengat Aliran Listrik Hingga Tewas

Cimahi278 Dilihat

Tutwurihandayani.my.id –
Cimahi – Peristiwa anak meninggal yang diduga tersengat aliran listrik tiang PJG (Penerangan Jalan Gang) nampak tidak banyak diketahui oleh publik. Simpang siur informasi yang didapat oleh masyarakat melalui media sosial menjadi kegamangan bagi pihak keluarga korban.Mirza Putra Sukmana korban meninggal di tempat kejadian RT 04 / RW 13 Kelurahan Cibeureun, Kecamatan Cimahi Selatan nampak dikeluhkan sang ayah korban.

Dari hasil penelusuran yang menemui ayah korban dikediamannya Rt 02 / RW 15 menuturkan, bila anaknya meninggal, menanggalkan duka yang mendalam, sebab banyak warga (masyarakat) mengetahui anaknya meninggal karena memanjat tiang PJG, padahal kejadiannya tidak seperti itu. Kata Deni (40) . Rabu 7 Januari 2026.Ia menerangkan saat itu anaknya tengah akan pulang menuju rumah sehabis dari rumah saudara ibunya yang saat itu sudah kehujanan, namun saat menepi di Gapura jalan yang berpaspasan dengan tiang PJG sendalnya terlepas yang tanpa sengaja tangan anaknya memegang tiang PJG yang diduga dialiri arus listrik. Ujar Deni.

Dari peristiwa tersebut, Deni bersama istrinya Mega mengiklaskan anaknya yang telah tiada, namun dirinya meminta kronologis kejadiannya harus diluruskan yang seolah olah anaknya sengaja memanjat tiang PJG padahal itu tidak demikian, tandas Deni.

Denipun meminta pihak pemkot atau dinas terkait untuk tidak lalai dengan pekerjaan tiang PJG yang saat ini tengah dikerjakan di Kota Cimahi. Hal itu dimintanya agar tidak ada lagi korban korban serupa sepert anaknya.

“Saya meminta dinas terkait khususnya untuk dapat melakukan pekerjaan sekaligus pengawasan dilapangan dengan baik guna menghindari korban lainnya di Kota Cimahi” Ujar Deni kepada Media.

Ia mengaku sampai saat ini dirinya dan istri masih trauma atas kejadian yang menimpa anaknya. Tidak menyangka anaknya akan menjadi korban pelaksanaan dari pekerjaan PJG yang tengah dilakukan.

Deni menyampaikan apresiasi atas kehadiran walikota yang datang kerumahnya bersama dinas terkait yang turut berbela sugkawa atas anaknya yang menjadi korban. Dan mengucapkan terima kasih atas penyerahan bantuan yang diterima.

Hingga saat ini pekerjaan PJG masih terus dilakukan dinas tekait, dari informasi yang diterima ada beberapa titik yang belum dilakukan pasca peristiwa.

Dari pantauan dilapangan ditemukan beberapa tiang PJG yang ternyata harus menjadi perhatian serius dinas terkait. Salah satunya tiang yang tidak jauh dari rumah korban dimana pintu rumah panelnya rusak, hingga terlihat saklar listriknya, yang tidak menutup kemungkinan bakal terjadi peristiwa yang sama, atau adanya pihak pihak yang tidak bertanggung jawab .

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Angkutan dan PJU Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi Iwan Ridwan membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya malahan sudah memberikan santunan kepada kaluarga korban.

“Saya sudah menyerahkan bantuan yang berasal dari pengusaha sebesar Rp10 juta kepada orangtua korban , ditambah Rp30 juta dana asuransi,” kata Iwan.

Saat ditanya apakah pengusaha pelaksana pembangunan PJG tersebut diberikan sanksi, Iwan menyatakan tidak memberikannya. Yang dilakukan adalah pemberian santunan kepada keluarga korban. Tak hanya itu, pemasangan PJG tersebut juga sampai saat ini belum diserahterimakan kepada pemerintah.

“Kalau sanksi sih tidak ada tapi kami memberikan santunan kepada keluarga korban, saat ini PJG tersebut masih dalam masa pemerliharaan oleh pihak pengusaha belum diserahterimakan,” paparnya. (T60)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *