KBB, Tutwurihandayani.my.id –Ibu Bupati Kabupaten Bandung Barat, Hj. Syahnaz Sadiqah. turut hadir memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Pemerintah Kecamatan Cisarua, gelar kegiatan bertajuk “Nyaah Ka Indung” yang dipusatkan di Aula Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (21/4/2025). Ratusan lansia dari seluruh desa se-Kecamatan Cisarua turut hadir.
Yang hadir diantaranya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Camat Cisarua Drs. Taufik Firmansyah, M.Si, Kepala Desa se-Kecamatan Cisarua, perwakilan TP PKK, tokoh masyarakat, serta sejumlah kader dan relawan sosial.
Dalam sambutannya, Ibu Bupati Syahnaz Sadiqah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang sarat makna ini. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kepedulian terhadap orang tua dan lansia sebagai bagian dari warisan budaya luhur bangsa Indonesia.
“Momentum Hari Kartini ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali peran perempuan, khususnya para ibu, dalam membentuk karakter bangsa. Melalui kegiatan Nyaah Ka Indung, kita diajak untuk terus memuliakan para lansia yang telah berjasa dalam keluarga dan masyarakat,” ujar Syahnaz.
Sementara itu, Camat Cisarua Drs. Taufik Firmansyah, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ikatan emosional antargenerasi.
“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terpelihara, dan program peduli lansia bisa menjadi agenda rutin yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah Cisarua,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah, doa bersama, dan pemberian tanda kasih secara simbolis kepada para lansia oleh Ibu Bupati dan jajaran Muspika. Suasana haru dan bahagia pun menyelimuti acara tersebut, menandakan bahwa perhatian dan kasih sayang kepada orang tua masih menjadi nilai yang dijunjung tinggi di tengah masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semangat Kartini tidak hanya dikenang sebagai simbol perjuangan emansipasi perempuan, namun juga diwujudkan dalam aksi nyata berupa perhatian dan cinta kasih kepada para ibu dan orang tua yang telah berjasa dalam kehidupan.
(Tego)










