Gerhana Bulan Total Terjadi Pada Hari Selasa 3 Maret 2026 Bertepatan Dengan Hari Ke-13 Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Berita307 Dilihat

BANDUNG -Tutwurihandayani.my.id – Selasa, 3 Maret 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa fenomena astronomi gerhana bulan total akan terjadi pada hari ini, Selasa (3/3/2026), dan dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bandung. Peristiwa ini bertepatan dengan hari ke-13 Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, memberikan makna khusus baik dari sisi ilmiah maupun spiritual.

Berdasarkan data BMKG, durasi keseluruhan gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik, dengan rincian fase sebagai berikut (berdasarkan waktu lokal):

– Gerhana penumbra mulai: 15.42.44 WIB, 16.42.44 WITA, 17.42.44 WIT
– Gerhana sebagian mulai: 16.49.46 WIB, 17.49.46 WITA, 18.49.46 WIT
– Gerhana total mulai: 18.03.56 WIB, 19.03.56 WITA, 20.03.56 WIT
– Puncak gerhana: 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, 20.33.39 WIT
– Gerhana total berakhir: 19.03.23 WIB, 20.03.23 WITA, 21.03.23 WIT
– Gerhana sebagian berakhir: 20.17.33 WIB, 21.17.33 WITA, 22.17.33 WIT
– Gerhana penumbra berakhir: 21.24.35 WIB, 22.24.35 WITA, 23.24.35 WIT

Untuk warga Bandung, bulan akan terbit pada pukul 18.03.40 WIB, tepat saat memasuki fase totalitas. Puncak gerhana pada pukul 18.33.39 WIB menjadi waktu terbaik untuk menyaksikan bulan yang berpotensi tampak berwarna merah gelap atau dikenal sebagai “Blood Moon”.

Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Warna merah pada Bulan saat fase total disebabkan oleh pembiasan dan hamburan cahaya merah Matahari oleh atmosfer Bumi, serupa dengan fenomena langit kemerahan saat matahari terbenam.

BMKG menjelaskan bahwa gerhana bulan total ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri saros 133. Gerhana serupa terakhir terjadi pada 21 Februari 2008, dan yang akan datang akan terjadi pada 13 Maret 2044. Fenomena ini bersifat ilmiah dan tidak berdampak signifikan terhadap kenaikan pasang surut air laut.

Bagi umat Muslim, gerhana bulan memiliki nilai spiritual sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Menurut ajaran Islam, disarankan untuk melaksanakan salat gerhana (Salat Khusuf) serta meningkatkan ibadah seperti beristighfar dan membaca Al-Qur’an saat peristiwa ini terjadi. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS Yâsîn ayat 40 yang menjelaskan bahwa gerhana adalah bagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya yang harus direnungkan.

Gerhana bulan total dapat diamati dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Namun, untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik, disarankan:

– Memilih lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur, minim polusi cahaya.
– Bawa alat bantu seperti teropong atau teleskop untuk melihat detail permukaan Bulan.
– Pastikan kondisi cuaca cerah agar gerhana terlihat jelas.

Demikian berita ini disampaikan. Semoga masyarakat dapat menyaksikan fenomena alam yang menakjubkan ini dengan baik dan mengambil hikmahnya, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *