Ketua PSSI Kota Cimahi H. Barkah Setiawan saat membuka konvoi peserta Liga di Alun-alun Cimahi.
Tutwurihandayani.my.id –
Cimahi – Ketua PSSI Kota Cimahi, H. Barkah Setiawan, mengaku gembira melihat antusiasme klub-klub bola Kota Cimahi yang ikut serta di Liga Jabar Istimewa Piala Wali Kota Cimahi.
Menurutnya, tingginya partisipasi klub jadi tanda bahwa gairah sepak bola di Cimahi mulai bangkit lagi. Liga ini diharapkan bukan cuma ajang kompetisi, tapi juga jadi wadah pembinaan pemain muda dan membangun kekompakan antar klub.
Rencana pelaksanaan Liga Istimewa Jabar Piala Wali Kota Cimahi digelar dengan waktu 14 hari dimana lapangan Stadion Sangkuriang sebagai venue utama selain Lapang Cibaligo dan Lapangan Arhanud.
Terkait jadwal pertandingan bisa dipadatkan agar selesai dalam 2 minggu, serta membantu sebar antusiasme penonton ke beberapa titik di Cimahi, supaya tidak numpuk di satu tempat. Terang H. Barkah.
Semoga dengan persiapan venue yang matang, Liga Istimewa Jabar bisa jalan lancar dan jadi tontonan menarik warga Cimahi,
“Klub-klub yang ikut Liga Istimewa Jabar punya latar belakang usia pemain yang beragam. Sehingga kompetisi yang digelar akan menjadi silaturahmi lintas generasi”
Selanjutnya, Ia merasa senang dengan hadirnya para pemain legenda Persib seperti Robi Darwis, Adeng Hudayat, dan Kosasih. Kehadirannya menjadi motivasi untuk para pemain lokal Cimahi sekaligus menjadi daya tarik buat penonton.
“Kombinasi pemain muda,serta pemain senior, dalam kehadiran legenda bisa bikin Liga Istimewa Jabar punya nilai lebih: pembinaan, hiburan, dan nostalgia jadi satu”
Keinginan untuk membangkitkan sepak bola Kota Cimahi lewat Liga Istimewa Jabar semoga akan menjadi pemicu pengganti PSKC yang sudah tidak ada. “Dengan Liga ini mari kita jadikan titik awal untuk merapikan pembinaan, menghidupkan kompetisi lokal, dan mengembalikan kebanggaan warga Cimahi terhadap sepak bola daerah”
Dukungan datang dari Wakil Wali Kota Cimahi, Aditia Yudistira yang menjadi kunci dalam memfasilitas lapangan sepak bola,serta izin kegiatan, dan sinergi program olahraga daerah. Selain dapat dukungan dari PSSI Jawa Barat turut membantu memfasilitas sisi pembinaan, regulasi, dan jenjang kompetisi agar klub Cimahi punya jalur prestasi yang jelas untuk ke tingkat provinsi.
Dengan kolaborasi PSSI Kota,dan PSSI Jabar, serta Pemkot, targetnya Liga Istimewa Jabar bukan cuma jadi turnamen seremonial. Tapi jadi fondasi pembinaan jangka panjang untuk mendapatkan prestasi yang baru, pengganti era PSKC.
“Ini momentum bagus dimana klub antusias, legenda pemain Persib ikut turun, kelapangan siap, dan dukungan pemangku kebijakan lengkap” Ujar Barkah Setiawan. Sabtu (18/04/2026)
Prinsipnya: “tidak ada yang susah” jika semua unsur bekerja dengan sistem yang rapi dan kompak. Fokusnya sekarang bukan sekadar hasil instan, tapi untuk membangun fondasi organisasi dan tim yang kuat dari dalam.
H. Barkah ingin kerja sistem bisa membangun manajemen organisasi yang rapi walau PSSI Cimahi minim pengalaman juara. Maka, dengan Soliditas ini bisa menciptakan kekompakan dan kesatuan, dengan prinsip “tidak ada yang susah” kalau dikerjakan bersama.
Liga ini dijadikan momentum untuk mencari bibit pemain Cimahi yang bisa bersaing di level lebih tinggi. Langkah ini jadi pondasi penting untuk prestasi sepak bola Cimahi ke depannya. (Tego)










