Nikah Massal, Bahagia! 15 Pasangan di Bandung Nikah Gratis, Dapat Buku Nikah dan Kado Bulan Madu

Bandung Raya89 Dilihat

Dok. Diskominfo Kota Bandung    Sepasang pengantin sumringah bahagia usai mengikuti program Nikah Massal yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB 216).

Tutwurihandayani.my.id – BANDUNG, – Sebanyak 15 pasangan di Kota Bandung resmi mendapatkan pengesahan pernikahan melalui program Nikah Massal yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB 216).

Program tersebut tidak hanya memberikan kemudahan dalam proses pernikahan dan administrasi kependudukan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi para pasangan melalui berbagai fasilitas, termasuk kado bulan madu.Dari 15 pasangan yang mengikuti program tersebut, sebanyak 10 pasangan merupakan pasangan Muslim, sedangkan lima pasangan lainnya non-Muslim.

Salah satu peserta, David Septian, mengaku bahagia sekaligus terharu bisa menjadi bagian dari program Nikah Massal Pemkot Bandung.

David mengaku mengetahui informasi tersebut melalui media sosial Instagram. Bersama pasangannya, ia kemudian mencoba mendaftar karena memang sudah memiliki rencana untuk menikah pada tahun ini.

“Kalau untuk infonya kita dapatnya dari IG-nya langsung. Iseng-iseng lihat terus ada postingan tentang nikah gratis, terus kita coba-coba ikut, ternyata lolos,” kata David, Rabu (23/9/2026).

Menurut David, program tersebut sangat membantu pasangan yang ingin menikah karena dapat menghemat biaya. Selain prosesi pernikahan, sejumlah kebutuhan lainnya juga difasilitasi oleh Pemkot Bandung.

“Kalau untuk keuntungan juga dari segi hemat biaya, terus fasilitas juga difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bandung. Terus untuk hantaran dan hadiah lain-lainnya juga diberikan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk setiap pasangan,” ujarnya.

David mengatakan, dirinya dan pasangan tidak menjadikan pesta pernikahan mewah sebagai ukuran utama. Baginya, yang terpenting adalah niat untuk membangun rumah tangga.

“Kalau untuk gengsi sih mungkin kalau dari kami berdua enggak. Cuma kalau untuk saudara sama keluarga mungkin ada kayak gitu. Cuman kita berdua berusaha meyakinin mereka kalau ini baik, niatnya baik,” tuturnya.

Ia berharap program Nikah Massal dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak pasangan di Kota Bandung yang memperoleh kesempatan menikah dengan fasilitas yang diberikan pemerintah.

“Semoga tahun depan dan ke depannya bisa ngadain lagi acara nikah gratis buat pasangan- pasangan di luar sana yang ingin menikah juga,” katanya.15 Pasangan Dapat Dokumen Pernikahan

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program Nikah Massal merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung memastikan seluruh warga memperoleh layanan administrasi kependudukan secara merata.

“Hari ini kita sudah memberikan pengesahan pernikahan terhadap 15 pasangan, 10 pasangan muslim, 5 pasangan non-muslim,” kata Farhan, Rabu (23/9/2026).

Untuk lima pasangan non-Muslim, Pemkot Bandung menyerahkan dokumen pencatatan sipil berupa akta pencatatan perkawinan, kartu keluarga baru, serta KTP dengan status perkawinan yang telah diperbarui.

Sementara itu, 10 pasangan Muslim melaksanakan prosesi pernikahan melalui Kantor Urusan Agama (KUA). Setelah menikah, mereka memperoleh buku nikah, kartu keluarga baru, serta KTP baru dengan status perkawinan yang telah diperbarui.

“Terpenting semua warga negara Indonesia di Kota Bandung harus mendapatkan layanan Dukcapil untuk pernikahan yang merata,” ujar Farhan.

Farhan juga mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu melangsungkan pernikahan secara sederhana.

Menurutnya, akad nikah dapat dilaksanakan di KUA pada hari dan jam kerja tanpa dipungut biaya.

“Pada dasarnya kami ingin mendorong semua orang melakukan akad nikah dengan sederhana, jam kerja, hari kerja di KUA. Karena itu sudah pasti gratis dan insyaallah akan dimudahkan untuk mendapatkan KTP status baru dan juga kartu keluarga baru untuk yang baru menikah,” katanya.

Meski demikian, Farhan menegaskan Pemkot Bandung tidak melarang masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan pada akhir pekan atau menggelar pesta dengan konsep yang lebih besar.

“Tapi bukan berarti kemudian melarang atau menghalangi untuk yang mau nikah di akhir pekan. Hak itu mah. Yang penting nikah, jangan sampai nggak nikah,” ucapnya.

Dapat Kado Bulan Madu di Hotel Berbintang

Kebahagiaan 15 pasangan tersebut semakin lengkap karena mereka juga mendapatkan hadiah bulan madu di hotel berbintang di Kota Bandung.

Hadiah tersebut merupakan dukungan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama Persatuan Riung Priangan yang menghimpun para general manager hotel berbintang di Kota Bandung.

“Iya, ada hadiah bulan madu dari teman-teman di Kadin dan juga dari Persatuan Riung Priangan, para GM hotel berbintang di Kota Bandung,” ungkap Farhan.

Program Nikah Massal dalam rangka HJKB ke-216 tersebut diharapkan tidak hanya membantu pasangan memperoleh kepastian hukum atas pernikahan mereka, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun k

eluarga baru dengan lebih sederhana dan penuh kebahagiaan.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *