Foto:Rektor Unnur Bandung, Marsekal Pertama TNI (Purn) Dr. Drs. Yuli Subiakto, Apt, M.Si., sedang melaksanakan penanggalan tanda peserta latihan kepada perwakilan peserta latihan, pada Upacara Penutupan Latihan Aviation Survival Mahasiswa Fakultas Teknik Unnur T.A. 2025–2026 yang di laksanakan di Daerah Latihan Militer Kopasgat, Balegede, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/8).
Bandung –Tutwurihandayani.my.id – Rektor Universitas Nurtanio Bandung (Unnur), Marsekal Pertama TNI (Purn) Dr. Drs. Yuli Subiakto, Apt, M.Si., bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara penutupan Latihan Aviation Survival Mahasiswa Fakultas Teknik Unnur T.A. 2025–2026 yang di laksanakan di Daerah Latihan Militer Komando Pasukan Gerak Cepat, Balegede, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/8). Upacara Penutupan ditandai dengan penanggalan tanda peserta latihan oleh Irup kepada perwakilan peserta latihan.
Foto: Rektor Unnur Bandung Marsekal Pertama TNI (Purn) Dr. Drs. Yuli Subiakto, Apt, M.Si., dan Warek II Unnur Marsekal Pertama TNI (Purn) Dr. Heri Napitupulu, S.E., M.M., CIQaR serta Komandan Skadik 805/Pasgat Bandung Mayor Pas Galih Pintonugroho, S.Kom., M.M., saat di angkat oleh Peserta Latihan setelah melaksanakan Upacara Penutupan Latihan Aviation Survival Mahasiswa Fakultas Teknik Unnur yang di laksanakan di Daerah Latihan Militer Kopasgat, Balegede, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jabar, Sabtu (8/8).
Rektor Universitas Nurtanio Bandung dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Latihan Aviation Survival Fakultas Teknik Unnur yang berlangsung sejak tanggal 3 sd 8 Agustus 2026, dalam keadaan sehat dan tidak ada kendala.
Maksud Pelatihan Aviation Survival bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk bertahan hidup dalam keadaan darurat penerbangan. Pelatihan ini menanamkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam dunia penerbangan serta membentuk kesiapan menghadapi situasi darurat secara tenang, cepat, dan tepat.
Sedangkan manfaat Pelatihan Aviation Survival memberikan bekal kompetensi yang mendukung pekerjaan di industri penerbangan. Selain memahami aspek teknis pemeliharaan pesawat, siswa juga memiliki kemampuan menghadapi kondisi darurat, memahami prosedur keselamatan, bekerja secara disiplin sesuai standar operasional, serta meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapsiagaan dalam mendukung keselamatan penerbangan. Kompetensi ini menjadi nilai tambah yang penting ketika memasuki dunia kerja di bidang pemeliharaan pesawat udara maupun industri kedirgantaraan.
Foto: Peserta Latihan Aviation Survival Mahasiswa Fakultas Teknik Unnur, foto bersama setelah berhasil menjinakan ular setelah mendapat Pelajaran terkait penangkapan Ular dari Instruktur/Pelatih yang di laksanakan di Daerah Latihan Militer Kopasgat, Balegede, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jabar, Sabtu (8/8).
Lokasi latihan di Wing Pendidikan 800/Pasgat Bandung dan Balegede, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang melibatkan peserta latihan 104 orang dengan jadwal kegiatan terdiri dari PBB/PPM/Santi Aji, rappelling/Mountaineering, Water Rescue, Pengatahuan Navigasi, Wawasan Kebangsaan, Praktek Navigasi Siang dan malam, Pengetahuan Navigasi malam, PPGD/MRF, Pengetahuan SAR, HTF, Dinamika kelompok, Botani, dan Jungle Survival.
Hadir dalam acara tersebut Para Wakil Rektor Unnur, Dekan Fakultas Teknik Unnur beserta staf, Para Pejabat Unnur, Kepala Dinas Operasi Wingdik 800/Pasgat Mayor Pas M.Rizky Natsir, Komandan Skadik 805 Mayor Pas Galih Pintonugroho, S,Kom., M.M dan Para Instruktur/Pelatih dari Wingdik 800/Pasgat.
(Tego – Sumber Humas Unnur : Drs. Ernes Dj. Fambrene, M.Han)










