Warga Jabar Apresiasi Kirab Budaya Mahkota Ajeg Ki Sunda

Bandung Raya165 Dilihat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diperayaan Kirab Budaya Sunda. Photo Istimewa

Tutwurihandayani.my.id –
Bandung – Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Gedung Sate menjadi sorotan positif warga Jawa Barat (Jabar). Acara yang digelar oleh Pemprov Jabar merupakan bentuk nguri-uri budaya Sunda sekaligus perayaan nilai sejarah Mahkota Binokasih sebagai peninggalan Kerajaan Sunda/Galuh yang menjadi simbol kearifan lokal Jawa Barat.Warga Jabar mengaku bangga dengan arak-arakan replika Mahkota Binokasih yang dikemas apik dengan seni tradisional bernuansa sakral. Banyak komentar live Youtobe ‘bangga’ jadi orang Sunda.

Salah satunya @rio yang tinggal di USA (Amerika), serta @FitriyaniZantic dari Hongkong dan warga Malaysia juga daerah lain di Indonesia yang merasa bangga memiliki niai sejarah kerajaan sunda.

Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Kiara Park Jl. Jakarta yang menjadi titik kumpul arak-arakan menuju Gedung Sate. Antusias warga Jawa barat membuktikan rasa bangganya sebagai warga jawa barat ‘turunan padjajaran’.

Kolom komentar, “Bangga jadi warga Jawa Barat”, “Jabar Istimewa”, “Merinding”, “Keren Banget Pemprov Jabar” dan banyak lagi dengan kolom komentar lebih dari 9000 penonton live di Youtobe Humas Provinsi Jabar. Sabtu (16/05/2026)

Kirab Budaya Mahkota Ajeg Ki Sunda menampilkan berbagai kesenian lintas-budaya yang tidak hanya menyuguhkan budaya Sunda, namun menjadi panggung kolaborasi budaya Nusantara.

Munculnya Kereta Kencana dengan membawa replika Mahkota Binokasih sebagai simbol Mahkota Raja dari kerajaan Padjajaran, serta pakaian adat sunda berupa pangsi dan kebaya hingga pakaian kebesaran bupati/wali kota seolah menegaskan identitas “Ajeg Ki Sunda” memang ada.

Kirab budaya sunda menampilkan tarian asal dari 27 Kabupaten/Kota se- Jawa Barat, serta luar Jawa Barat seperti daerah asal Bali dengan tarian Pendet atau Legong, kemudian tarian Ondel-ondel Betawi asal Jakarta, Reog Ponorogo, Kereta Kencana asal Madura yang gagah dan ornamental dimana kehadirannya menunjukan pesan kebudayaan Sunda terbuka, saling menghormati, dan hidup berdampingan bersama budaya lain.

Deretan kereta kencana yang dinaiki kepala daerah membuat penonton semakin sesak. Selain megah, momen bupati/wali kota se-Jabar kompak memicu kemeriahan Kirab Budaya Mahkota Binokasih.

Mahkota Binokasih merupakan mahkota peninggalan Kerajaan Sunda-Galuh yang menjadi simbol kedaulatan dan kearifan raja-raja Sunda. Filosofi :silih asah, silih asih, silih asuh menjadi persatuan simbo Jawa barat sekarang.

Mahkota Binokasi terbuat dari emas dengan ornamen khas Sunda, bentuknya lancip melambangkan kerendahan hati dan keterbukaan. Mahkota yang asli disimpan sebagai benda cagar budaya yang tidak hanya soal bahasa dan adat saja, tapi juga soal nilai kepemimpinan yang mengayomi masyarakat.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di acara Kirab Budaya Sunda mengarakan, “Mahkota Ajeg Ki Sunda” adalah soal menguatka identitas budaya Sunda yang relevan. Adapun makna kirab bukan hanya arak-arakan semata, namun menegaskan bahwa orang sunda memiliki nilai sejarah yang harus dijaga.

Spirit kebudayaan harus tetap relevan dan berkelanjutan lewat penataan seni daerah yang lebih baik ke depan. Jadi jangan sampai budaya Sunda hanya jadi pajangan, tapi harus hidup di keseharian.*(Tego)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *