445 Peserta Ikut Apresiasi GTK Kota Cimahi 2022, Ini Harapan PJ Walikota Cimahi

Berita239 Dilihat

Pj Walikota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, S.Si, MM didampingi Kadisdik Kota Cimahi Harjono. (foto:Ist)

CIMAHI,-Th,- 445 Peserta dari PAUD/TK, SD, SMP dan Operator sekolah terdiri dari Kepala Sekolah, guru-guru, yang mengikuti ajang Apresiasi Guru Tenaga dan Kependidikan (GTK) Kota Cimahi 2022.

Apresiasi GTK Kota Cimahi 2022, merupakan sebuah upaya dari Kemendikbudristek untuk memberikan penghargaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan, yang inspiratif serta telah memberikan layanan pendidikan yang baik bagi para murid serta memiliki semangat belajar, berkarya, dan berbagi sesuai dengan visi Merdeka Belajar.

Penghargaan tersebut diberikan karena GTK memiliki praktik baik dalam mengimplementasikan kepemimpinan/ pendampingan/ implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi yang dapat menginspirasi para guru dan tenaga kependidikan lainnya se Kota Cimahi,

Hal itu di prakarsai oleh Dinas Pendidikan Kota Cimahi, dan diapresiasi oleh Pemerintahan Kota Cimahi, acara di gelar di gedung Technopark Jalan Baros Cimahi Selatan, Senin (31/10/2022).

Hal yang diungkapkan oleh Penjabat (PJ) Walikota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, S.Si, MM, sangat mendukung penuh terhadap kegiatan lomba nulis bagi para guru se Kota CImahi,

“Ini merupakan suatu kegiatan, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi para guru didalam mengoptimalkan peran dan fungsi profesinya,” ujar Dikdik.

Bahwa profesi guru ini memiliki rasa tanggung jawab yang cukup besar, dalam mempersiapkan setiap insan manusia, untuk dapat mencapai takdir baiknya, kata Dikdik,

“Hal ini tentu memerlukan dukungan dari semua pihak, dan kami dari jajaran Pemerintah kota, berusaha semaksimal mungkin, untuk dapat memenuhi kebutuhan dunia pendidikan,” tukasnya.

Dikdikpun berjanji, bahwa ke tika para guru mau mengoptimalkan peran dan fungsinya, “Disertai dengan pemenuhan terhadap kebutuhan di dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya sebagai profesi guru,”

Selanjutnya kata Dikdik, hal ini, akan menjadi kekuatan yang cukup besar untuk meyakinkan terhadap anak-anak, atau siswa didiknya dikota Cimahi ini untuk mendapatkan pengajaran yang terbaik oleh para guru,

Bahkan harapan Dikdik, acara ini harus dapat menjadi program yang berkelanjutan, bagaimana caranya kita dapat memotivasi para guru secara terus menerus, karena guru sangat butuh dukungan, terutama dari pemerintah,” harapnya.

Begitu pula menurut kepala Dinas Pendidikan, Harjono, bahwa Apresiasi GTK Kota Cimahi 2022, dengan tujuan untuk menyiapkan guru dan tenaga pendidikan di Kota Cimahi ini,

“Dapat berpartisipasi di tingkat Nasional, tentu saja kita berharap, tahun ini ada dari Cimahi, bukan hanya siswa bisa mendapatkan apresiasi, dalam penghargaan tingkat Nasional, guru Tenaga pendidikan tahun ini mudah-mudahan ada yang mendapatkan prestasi di tingkat Nasional,” tukas Harjono.

Diterangkan oleh Harjono, terkait kegiatan tersebut di mulai dari tanggal 10 Oktober 2022 sampai dengan 31 Oktober sudah banyak tahapan-tahapan.

“Kami menjalin kerjasama dengan pihak Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) oleh dr Shandy, dan dibantu oleh Mochamad Salimi dari Solo,” beber Harjono.

Baik dr Shandy maupun Mochamad Salimi, lanjut Harjono, merupakan juri tingkat Nasional dalam perlombaan Apresiasi GTK tahun 2022.

Bahkan kata Harjono, yang mendaftar ada 445 orang, berdasarkan sesuai dengan katagori-katagori terdiri dari, Kepala SD, SMP, PAUD/TK, guru SD, SMP, TK/PAUD, tutor PKBM, OPS SD, SMP, PAUD/TK, PKBM.

“Yang Satu jenjang paud (Pendidikan Anak Usia Dini) 14 peserta dan jenjang Dikmas (Pendidikan Masyarakat) 15 peserta, yang paling banyak mendaftar sebanyak 286 orang,” ujar Harjono.

Namun dari 445 pendaftar, ternyata tidak semua yang bisa menyelesaikan tantangan,

“Ternyata hanya 130 orang saja yang dapat menyelesaikan tantangan berupa meng apload hasil karya tulis dan juga videonya,” imbuh Harjono.

Pj Walikota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, S.Si, MM didampingi Kadisdik Kota Cimahi Harjono. (foto:bagdja)
Selanjutnya kata Harjono yang lolos seleksi menurut Juri yang karyanya layak untuk dikirimkan ke tingkat Nasional,

“Sebanyak 71 peserta, untuk jenjang PAUD/TK ada 9 peserta, tingkat Dikmas 3 peserta, kemudian SD 18 peserta, SMP paling banyak 41 peserta,”

Karena jumlahnya melampaui target, maka juri melakukan penyeleksian kembali, akhirnya, tambah Harjono terpilihlah 31 peserta dengan karya-karya terbaik,

“PAUD ada 5 peserta, terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru TK, jenjang Dikmas ada 4 peserta, dari SD ada 8 peserta, dan jenjang SMP ada 13 orang, terdiri dari 5 Kepala Sekolah, 5 guru-guru SMP, dan 3 orang dari operator sekolah,” ucapnya.

Untuk jenjang PAUD/TK, SD dan SMP kata Harjono kembali sudah presentasi, dan hasilnya sudah dinilai. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *