H. Enang Sahri, anggota DPRD Kota Cimahi akan memperjuangkan aspirasi warga terkait sarana air bersih dan perbaikan rumah tidak Reses huni.
Tutwurihandayani.my.id – Cimahi – H. Enang Sahri, anggota DPRD Kota Cimahi akan memperjuangkan aspirasi warga terkait sarana air bersih. Hal itu disampaikan usai Reses Masa Persidangan III yang di gelar di RW.17 Cipageran, Kota Cimahi.
Enang menyoroti kebutuhan warga perihal air bersih yang sangat penting bagi warga RW. 17 Cipageran. Diakui Enang, lokasi tersebut berada di ketinggian 850 mdpl sehingga sulit bagi warga untuk membuat sumur sendiri. Dan PDAM menjadi satu-satunya solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan air bersih.
Enang berharap PDAM segera hadir dan membuat saluran air guna memenuhi kebutuhan warga RW 17. Ia berkomitmen akan memperjuangkan aspirasi warga serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
Ia meminta pemerintah Kota Cimahi untuk dapat segera memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan segera. Ia pun berharap semua aspirasi masyarakat dapat terselesaikan secepatnya, sehingga warga bisa menikmati manfaatnya, tutur Enang.
Sebagai bentuk komitmen untuk konstituennya, Enang ingin semua kebutuhan seperti sarana Mobil Ambulance, Bedah Rumah, Perbaikan Infrastruktur Jalan, Kesehatan Gratis serta Program Pelatihan kerja bagi masyarakat segera terealisasi.
” Saya ingin warga menikmati apa yang dibutuhan saat ini agar dapat merasakan manfaatnya, apalagi tadi ada yang menyampaikan adanya salah satu rumah urgent untuk dapat diperbaiki melalui program Bedah Rumah. Ucap Enang di halaman Rw.17 Rt.05/06 Cipageran.
Asep Rahmat, Ketua RW 17, menjelaskan bahwa PDAM sudah ada di wilayahnya, tapi belum bisa mencakup semua warga. Ia berharap PDAM bisa menambah kuota untuk menyelesaikan persoalan air di RW 17.
Adapun usulan yang diingikan Asep dalam Reses adalah segera PDAM menambah kuota tambahan untuk mencakup warga RW.17 yang sudah lama tidak memiliki.
Anggota DPRD Kota Cimahi H.Enang sahri saat lakukan Reses bersama warga Cipageran
Sementara warga lain bernama Tadjudin siap menghibahkan tanahnya untuk kebutuhan pembangunan penampungan air bila di perlukan PDAM. Apalagi dilokasi tanah tersebut sudah memiliki sumur, namun sulit untuk dijangkau oleh warga.
Enang Tinjau Rumah Tidak Layak Huni,
Halaman:
1
2

Usai reses, Enang Sahri langsung menuju rumah tidak layak huni yang ditempati oleh satu keluarga bernama Atep.
Menurut Enang, keluarga Atep layak mendapatkan bantuan Bedah Rumah, ia meminta pengurus setempat (RT dan RW) serta pemerintah untuk dapat membantunya.
“Kami cek, dan ternyata lokasi rumah Atep minim fasilitas, dimana pondasi bangunan dan dingdingnya terbuat dari bahan kayu teriplek dengan penyangga bambu dan Kaso” ujar Enang. Sabtu.(22/11/2025).
Kami telah meminta ketua RT untuk segera menyiapkan kelengkapan surat adminntrasinya, dan alhamdulilah tanah dan bangunan telah memiliki surat yang sah. Kita bantu melalui Pokir (Pokok Pikiran) Dewan, tandas Enang. (T60)










