Bandung, – Th, – Secara berkesinambungan, normalisasi Sungai Cipamokolan dilakukan dengn mengerahkan alat berat. Untuk penyelarasan sesuai tugas, maka Dansub 05 Sektor 22 Citarum Harum Peltu Ihwan Maryudin secara langsung melakukan pengawasan pengerukan sungai Cipamokolan yang terdapat di wilayah Rw 1 Kel. Darwati dan rw 8 Kel Cipamokolan Kec Rancasari Kota Bandung, Sabtu (26/8/2023)
Peltu Ihwan Maryudin mengatakan bahwa normalisasi secara bertahap dan berlanjut akan terus dilakukan, karena kondisi dilapangan tidak dapat dituntaskan secara sekaligus.
Lebih lanjut dikatakannya pengerukan dan penataan bantaran di Sungai Cipamokolan dilakukan di sepanjang 50 m, dengan hasil disposal yang terangkut sebanyak 189 m³. Pengerukan tersebut melibatkan alat berat seperti Excavator Long Arm Hitachi Zaxis 210 LC, Excavator STDKobelco Sk 200, Exsavator Mini Sany SY 75 C dan Exsavator Mini Komatsu PC 78 US. ke 4 alat berat yang di operasikan memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan peruntukannya, selain pengerukan sebagian alat berat tersebut juga digunakan untuk penataan pada bantaran sungai Cipamokolan.
Menurutnya, endapan yang menumpuk membuat sungai cipamokolan menyempit serta banyak sampah yang menyangkut.
“Pingiran tanggul aliran air sungai kami perlebar serta diperdalam, hal itu untuk mengantisipasi luapan air apabila musim hujan”. jelas Ihwan.
Lanjutnya, Alat berat yang digunakan jenis long arm, hal itu dimaksudkan agar supaya jangkauan pengangkatan endapan cukup jauh dan bisa lebih banyak mengangkat endapan lumpurnya.
“Sementara alat berat yang standar kami gunakan untuk menata bantaran dan tanggul, hal itu untuk menjaga agar bantaran dan tanggul tidak mudah longsor”. pungkasnya. (Tego)













