Plt. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan (Prokompin Setda KBB )
Th, – Keluhan masyarakat Kabupaten Bandung Barat untuk perbaikan jalan rusak terjadi di mana-mana terutama di wilayah Selatan. Namun Pemkab Bandung Barat belum bisa mewujudkan tuntutan masyarakat karena terbatasnya anggaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengatakan, dalam memperbaiki jalan rusak tidak bisa dilakukan serentak. Dikarenakan keterbatasan anggaran dan dibagikan dengan program lainnya.
“Anggaran yang ada sudah dibagi-bagi untuk berbagai program yang sudah dirancang dan ditetapkan tahun sebelumnya,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, anggaran yang ada tidak semuanya difokuskan ke perbaikan jalan rusak saja tapi dialokasikan untuk bidang lainnya seperti, Rutilahu, hibah untuk peternak, dukungan UMKM, kesehatan, Linmas dan sebagainya.
“Anggaran sekian triliun ini dibag-bagi dan di dalamnya juga sudah dialokasikan perbaikan jalan rusak di wilayah selatan sekitar Rp285 miliar untuk dan jalan lingkungan sekitar Rp 40 miliar,” jelas Hengki.
Untuk mewujudkan Bandung Barat Leucir, lanjut Hengki, dari hasil kajian dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun. Sedangkan anggaran yang tersedia tidak mungkin seluruhnya dialokasikan ke perbaikan jalan rusak.
“Kami berharap masyarakat bersabar karena program perbaikan jalan rusak terus dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan uang daerah,” ujarnya.
Sementara itu berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat, panjang jalan rusak berat sekitar 78,83 kilometer, rusak sedang 54,85 kilometer, dan ruas jalan yang kondisinya rusak ringan 45,19 kilometer. Sedangkan jalan yang kondisinya bagus sekitar 346,7 kilometer.
Kabid Jalan dan Jembatan, DPUTR KBB, Aan Sopian menjelaskan, kondisi jalan yang kondisinya rusak berat, diantaranya, ruas jalan Purabaya-Jati Batujajar 1,5 kilometer, Haji Gofur-Pakuhaji 2 kilometer, Gununghalu-Datar Puspa 6 Kilometer, Rancapanggung-Puncak Mulya 3,7 kilometer, dan Cipatik-Nyalindung 1,1 kilometer.
Kemudian, Tanjungwangi-Kidangpanjung-Mukapayung 3,2 kilometer, Cihampelas-Tanjungjaya 4,2 kilometer, Batujajar-Pangauban-Girimukti 1,8 kilometer, Pasirucing-Margaluyu 5,6 kilometer, Citatah-Nyalindung 1,4 kilometer, dan Nanggeleng-Sirnaraja 5,8 kilometer.
Lalu ruas jalan Cipeundeuy-Ciroyom 1,2 kilometer, Sukahaji-Sirnagalih 2 kilometer, Cihideung-Ciwaruga 1,6 kilometer, Langensari-Dago 1,2 kilometer, Rongga-Bojongsalam 3,5 kilometer, Selacau-Lagadar 2,7 kilometer, dan Kadudampit-Padayungan-Cikadongdong-Ciharashas 6,3 kilometer.
Dengan kondisi seperti ini, Aan menyatakan tidak mungkin perbaikan jalan rusak bisa direalisasikan seluruhnya di tahun 2023. Untuk itu perbaikan jalan akan dilakukan sesuai dengan ketersediaan anggaran.
“Perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap dan diharapkan masyarakat untuk bersabar karena perbaikan jalan tidak bisa dilakukan sekaligus,” tuturnya. red.












