PDI-P Selenggarakan Sosialisasi 4 Pilar Di Aula Pendopo Bupati Cirebon

Jawa Barat300 Dilihat

Cirebon – Tutwurihandayani.my.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang dinahkodai oleh Ketua Umumnya adalah Megawati Sukarnoputri selenggarakan Sosialiasi 4 Pilar MPR RI, Pancasila, Undang undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. Diselenggarakan Di aula Pendopo Bupati Cirebon Jl. Kartini No. 7 , Kejaksan, kecamatan Kejaksan Kota Cirebon Jawa Barat. Pada Hari Jum”at (07/03/25)

Prof.Dr. Ir. H. ROKHMIN DAHURI, MS. Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jabar meliputi Kabupaten/ Kota Cirebon dan Indramayu.

Pada acara tersebut dihadiri oleh Bupati Cirebon Drs. H. IMRON, M.Ag. Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. SOPHI ZULFIA, S.H., M.H. dan H. Tasiya Somadi mantan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya Bupati Cirebon Imron. Menjelaskan, Indonesia dijajah dalam kurun waktu yang lama dan rakyat indonesia merasakan penderitaan nya, namun berkat perjuangan seluruh komponen bangsa dari sabang sampai Merauke Indonesia bisa merdeka dan Umat Islam punyai andil besar terhadap negeri ini. , Isi Piagam Jakarta adalah rumusan dasar negara Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Piagam Jakarta disusun oleh Panitia Sembilan BPUPKI pada tanggal 22 Juni 1945 yang isinya pada urutan pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya, tandasnya.

Dalam acara sosialiasi 4 Pilar MPR RI tersebut, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS. Sebagai pemateri tunggal dan dihadiri seluruh pengurus dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Cirebon, usai acara dilanjut dengan berbuka puasa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Rokhmin mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh dan menghargai Bhineka Tunggal Ika, dirinya juga mengaku ikut bersuara dalam kaitan isu-isu nasional terkait dengan Pantai Indah Kapuk (PIK 2) yang sedang hangat diperbincangkan secara nasional diberbagai media, sebagai bentuk amal ma`ruf nahihmunkar.

Namun perjuangan tanpa didukung oleh yang lainya maka niscaya akan menghasilkan secara signifikan dan seperti yang diharapkan oleh masyarakat yang terkena dampaknya dari PIK secara langsung. Pihaknya juga agak menyayangkan ada pihak-pihak yang awalnya bersemangat menggebu-gebu memperjuangkan dengan suara lantang namun belakangan menjadi melempem. Itu urusan individu masing-masing tinggal masyarakat yang menilainya.

Lanjut dikatakan Rokhmin, pihaknya mengajak kepada peserta untuk belajar mandiri tidak ketergantungan, dan sifatnya bantuan pemerintah sangat terbatas. Untuk itu dirinya mengajak peserta untuk belajar berbuat tangan di atas bukan tangan di bawah itu yang lebih mulia, tandasnya.

Mustamid mendapat giliran yang pertama memberikan pertanyaan kepada Prof. Rokhmin, apakah masih efektif sosialisasi 4 Pilar MPR RI diadakan pada masyarakat? padahal semestinya yang menjadi keharusan melaksanakan dari 4 pilar tersebut adalah Legislatif, Yudikatif dan eksekutif. pasalnya, Sosialisasi 4 Pilar sudah sering diadakan dimana-mana namun outputnya belum bisa dirasakan secara masif kepada masyarakat luas, contohnya merajalela korupsi dari tingkat bawah sampai tingkat atas, permasalahan ekonomi, pendidikan, ketidak adilan dan penegakkan hukum masih dirasakan tajam ke bawah tumpul ke atas. andai saja para pemangku kebijakan baik dari tingkat bawah sampai atas dapat melaksanakan, menghayati, mengamalkan dari tujuan Sosialisasi maka dapat terwujudnya tujuan mendirikan negara sebagaimana tertuang pada alinea ke 4 empat Pembukaan Undang undang Dasar 1945 yaitu “ Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Memajukan kesejahteraan umum, Mencerdaskan kehidupan bangsa, Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Rakyat jangan dijadikan obyek pelengkap dan keserakahan dari para pemangku kebijakan atau para pejabat.

Masih dikatakan Mustamid, kunci dan benteng bangsa adalah Legislatif, apabila kokoh maka negara akan kuat, apabila runtuh maka negara akan mengalami kehancuran.

Sebuah pendapat “ Menguasai negara cukup menguasai parlemen dan para ketua partai tidak perlu menggunakan senjata dan tidak perlu mengeluarkan ratusan triliun“ dengan menguasai parlemen maka melalui regulasi untuk melegitimasi kekuasaannya dan membentengi segala keinginannya.”Pungkasnya”(Tego)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *