Bandung—Tutwurihandayani.my.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Tim Project SUARASA terus melanjutkan rangkaian kegiatan mereka dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) KKN Berdampak 2025. Lima mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyelenggarakan sosialisasi inspiratif di SMAN 4 Bandung, dengan tema public speaking dan pemberdayaan generasi muda untuk melawan budaya diam, atau silent majority.
Dipandu langsung oleh Dosen Pembimbing Lapang, Festy Putri R., SP., MP., kegiatan ini berada dalam rangkaian program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) KKN Berdampak 2025. Di bawah arahan beliau, mahasiswa UMM menghadirkan pelatihan yang tidak sekadar mengajarkan keterampilan, melainkan menanamkan keberanian tampil, berbicara, dan berkontribusi untuk bangsa.
Dalam sesi public speaking, siswa dilatih mengatur vokal, bahasa tubuh, serta membangun percaya diri, sehingga ruang kelas berubah menjadi arena orator muda yang energik.
Pada sesi kedua, mahasiswa UMM mengangkat fenomena silent majority, mendorong siswa agar berani menyuarakan pendapat secara santun dan konstruktif. Setiap tangan yang terangkat menegaskan satu hal: generasi muda adalah denyut nadi demokrasi Indonesia, dan diam bukan lagi pilihan.
Acara sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 50 siswa dari berbagai ekstrakurikuler, seperti OSIS, RETORIKA (debat), dan SOCA (jurnalistik). Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Beberapa siswa turut memberikan kesan positif atas kegiatan ini. Reisya Azalia, siswi kelas XI, mengaku semakin percaya diri setelah mengikuti sosialisasi. “Penyampaian materinya asik, padat, dan mudah dipahami. Saya jadi mengerti pentingnya public speaking sekaligus berani mengungkapkan pendapat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Jonathan, siswa kelas XI sekaligus anggota OSIS. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya jelas dan bermanfaat, tetapi juga dikemas menarik. “Bagian praktiknya seru dan variatif, membuat kami tidak bosan,” ungkapnya.
Sementara itu, Balqis Amira, siswi kelas X, menilai kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan dirinya. “Public speaking dan berpendapat di depan umum ternyata sangat penting. Kegiatan ini membuat saya lebih berani untuk berbicara ketika sebelumnya saya cenderung diam,” katanya.
Adapun Afira Khaira, siswi kelas X yang aktif di ekstrakurikuler Retorika, menekankan pentingnya materi ini untuk menunjang kegiatan organisasinya. “Program ini menambah softskill sekaligus wawasan. Public speaking dan keberanian berpendapat akan sangat bermanfaat, apalagi fenomena silent majority bisa berdampak buruk di masa depan,” jelasnya.
Dengan sosialisasi ini, Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan kapasitasnya bukan hanya sebagai pencetak lulusan berkualitas, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Dengan bimbingan dari Festy Putri R., SP., MP., mahasiswa UMM menyulam masa depan generasi emas Indonesia yang tak hanya cerdas, tapi berani berbicara dan beraksi.
UMM tidak hanya membanggakan Malang, tapi juga mengharumkan nama Indonesia secara nasional, lewat gagasan besar dan aksi nyata yang menggema dalam jiwa pelajar Bandung.
(Tego- Sumber Pen Lanal Bandung)
















