Adhitia Yudistira, didampingi Anggota DPRD Kota Cimahi, unsur Forkopimda, para Kepala OPD, Gelar Stunting 2026

Cimahi171 Dilihat

Cimahi–Tutwurihandayani.my.id –
Pemkot Cimahi Gelar pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi pentahelix. dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, didampingi Anggota DPRD Kota Cimahi, unsur Forkopimda, para Kepala OPD, camat, lurah se-Kota Cimahi, dan menghadirkan Nyimas Diane Wulansari.di Mall Pelayanan Publik Rabu (4-3-26)Dalam sambutannya, Adhitia menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar isu gizi, melainkan cerminan masa depan generasi Kota Cimahi. “jika bicara soal stunting, kita bicara dari gizi sejak dini hingga pola asuh, selain tentang masa depan kota cimahi, serta dalam Penanganannya harus benar -benar terintegrasi dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa prevalensi stunting di Kota Cimahi menunjukkan tren penurunan, dari 24,5 persen pada 2024 dan menurun pada 2025. Meski demikian, tantangan masih ada, termasuk kemiskinan ekstrem dan persoalan sosial yang menjadi faktor risiko.

Masalah Penanganan stunting tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral.“Data tidak bisa lagi berdiri sendiri. Harus konvergen. Cimahi Utara, Tengah, dan Selatan punya karakteristik berbeda. Latar belakang demografi dan sosial masyarakatnya juga berbeda. Maka solusi pun harus spesifik dan tepat sasaran,” ujarnya.

Wakil walikota Adhitia telah menargetkan pada 2026 angka prevalensi stunting dapat ditekan hingga 12 persen. Ia mengakui target tersebut bukan perkara mudah, namun optimisme dan kerja kolaboratif harus terus dijaga.ujarnya

“Ini bukan soal siapa paling banyak bekerja, tapi bagaimana kita bisa menghasilkan musyawarah yang konkret dan aksi nyata. Untuk Kolaborasi intinya.

Selain itu Adhitia telah menyoroti pentingnya edukasi keluarga, penguatan program KB pasca pernikahan, peningkatan kualitas pendidikan, serta intervensi berbasis wilayah. Rendahnya tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi keluarga bisa juga memengaruhi pada risiko stunting di masyarakat.

Pada Rembuk Stunting 2026, bukan sekadar forum diskusi, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama.
“Ini momentum silaturahmi, momentum menyatukan persepsi. Kita harus optimis. Cimahi bisa berseri tanpa stunting jika kita bergerak bersama- sama ,” ungkapnya.

Melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, Pemkot Cimahi berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan demi terwujudnya generasi sehat dan berkualitas di masa depan.

(Tego)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *